Optimalkan Capaian LTT, BRMP Sulbar Lakukan Monitoring Lapangan di Mamuju Tengah
MAMUJU TENGAH – Dalam rangka mendukung percepatan pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) serta memperkuat upaya peningkatan produksi pangan nasional, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat bersama tim melaksanakan kegiatan monitoring lapangan di sejumlah lokasi pertanaman di Kabupaten Mamuju Tengah.
Kegiatan monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan kondisi pertanaman, memastikan kesesuaian data LTT dengan kondisi di lapangan, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani. Hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian besar lahan sawah di lokasi tersebut merupakan sawah tadah hujan yang masih sangat bergantung pada curah hujan sebagai sumber air. Kondisi ini disebabkan jaringan irigasi yang telah lama tidak beroperasi, sehingga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi optimalisasi pola tanam dan pencapaian target LTT.
Sinergi antara BRMP Sulawesi Barat dan pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam menyusun strategi percepatan pencapaian target LTT di Kabupaten Mamuju Tengah. Sehingga, tim juga berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), penyuluh pertanian, dan para petani guna memperoleh informasi yang akurat sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Menindaklanjuti hasil kunjungan tersebut, Kepala BRMP Sulawesi Barat menyampaikan bahwa permasalahan irigasi akan menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mendukung keberlanjutan pertanaman, meningkatkan indeks pertanaman, serta memperkuat upaya pencapaian target LTT di Kabupaten Mamuju Tengah.
Melalui kegiatan monitoring ini, BRMP Sulawesi Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal program peningkatan produksi pangan melalui pendampingan, monitoring, dan sinergi bersama pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta para petani. Diharapkan, berbagai kendala yang ditemukan di lapangan dapat segera ditangani sehingga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani semakin meningkat.(KND)